1. Sambutan rakyat Indonesia terhadap proklamasi.

Selain
melalui siaran radio berita proklamasi juga disiarkan melalui surat kabar.
Diantaranya “Suara Asia” yang di Surabaya dan “Cahaya” di Bandung.
Dalam
menyambut Proklamasi kemerdekaan Indonesia, rakyat mengartikan bahwa bangsa
Indonesia telah bebas dari penjajahan, oleh karena itu hal-hal yang menyangkut
tentang keamanan dan pemerintahan negara Indonesia itu menjadi tanggung jawab
bangsa Indonesia sendiri. Untuk itu maka para pemuda berusaha mengambil alih
kekuasaan dari tangan Jepang dengan sasaran :
- menduduki
kantor-kantor pemerintah
- menurunkan
bendera Hinomaru dan menggantikan dengan bendera Merah Putih.
- pencarian senjata dan
lain-lain dan menjaga kemungkinan segala hal, yang ingin menggagalkan kemerdekaan.
Rapat
Raksasa di IKADA
Pada
tanggal 19 September 1945, rakyat Jakarta yang dipelopori oleh para pimpinan
komite Van Aksi mengadakan rapat Raksasa di Lapangan Ikada dengan tujuan para
pemimpin bangsa Indonesia dapat berbicara langsung dihadapan rakyat Indonesia.
Rakyat telah siap menunggu perintah dan tugas-tugas selanjutnya dalam rangka
mendukung dan mempertahankan Proklamasi Kemerderkaan Indonesia.Jepang yang
sebelumnya telah diultimatum oleh sekutu, bahwa Jepang tidak boleh merubah
status quo, maka Jepang akhirnya melarang dilaksanakannya rapat tersebut. Untuk
menjaga supaya tidak terjadi bentrokan senjata antara bangsa Indonesia dengan
prajurit Jepang yang telah menjaga ketat Lapangan IKADA, maka Bung Karno hanya
menyampaikan pidato singkat, tentang kepercayaan rakyat terhadap para pimpinan
bangsa dan masa dipersilahkan untuk kembali dengan tertib dan tenang.
Hal
ini merupakan suatu kenyataan bahwa rakyat dengan sadar berjuang pertahankan
kemerdekaan yang makin lama semakin kuat dengan suatu tekad "Merdeka atau
Mati". Rapat Raksasa di Lapangan Ikada hanya berlangsung beberapa menit,
tetapi berhasil mempertemukan rakyat dengan pemerintah Republik Indonesia.
Di
Jawa Tengah berita tentang Proklamasi diterima melalui siaran radio Domei yang
kemudian dibawa oleh Syarief Sulaiman dan MS. Mintarjo ke gedung Jawa HOKOKAI
yang saat itu sedang melaksanakan sidang dibawah pimpinan Mr. Wongso Negoro.
Insiden
Bendera di Hotel Yamato
Di
Surabaya, tanggal 11 September 1945 para pemuda mengadakan rapat umum di Pasar
Turi dan dilanjutkan dengan perebutan senjata di markas-markas tentara Jepang
di seluruh kota Surabaya. Tanggal 19 September 1945, terjadi insiden bendera di
Hotel Yamato (Jl. Tunjungan Surabaya).
Penyebab
: Orang Belanda bekas tawanan Jepang menduduki Hotel Yamato dibantu oleh
personil RAPWI (Rehabilitation Allied Prisoners of War and Interness) dan
mengibarkan bendera Belanda di puncak hotel tersebut. Para pemuda marah
kemudian menyerbu hotel, bendera Belanda diturunkan dan dirobek birunya, untuk
dikibarkan kembali sebagai bendera merah putih.
Di
Yogyakarta, tanggal 5 September 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyatakan
bahwa kesultanan Ngayogyakarta sebagai Daerah Istimewa “Republik Indonesia”.
Sejak saat itu para pegawai (bangsa Indonesia) dari instansi pemerintah maupun
perusahaan Jepang mogok, menuntut agar Jepang menyerahkan semua
kantor kepada orang Indonesia.
Di
Bandung, tanggal 9 Oktober 1945, terjadi bentrokan antara para pemuda dengan
tentara Jepang ketika berusaha merebut pangkalan udara Andir dan pabrik senjata
ACW (Artillerie Contruktie Winkel).
Di
Makasar, tanggal 27 Oktober 1945 para pemuda bersatu padu menyerang obyek-obyek
yang diduduki oleh NICA yang dibantu oleh Australia, sehingga serangan pemuda
gagal.
Di
Sulawesi Utara, pada tanggal 14 Pebruari 1946 pemuda KNIL yang tergabung dalam
Pasukan Pemuda Indonesia (PPI) mengadakan gerakan di tangsi hitam, tangsi putih
di Teling Menado dan juga menguasai markas Belanda di Tomohon dan Tondano.
Di
Kutaraja (Banda Aceh), tanggal 6 Oktober 1945 para pemuda membentuk angkatan
Pemuda Indonesia (API), mengibarkan bendera merah purih dan mengambil alih
kekuasaan terhadap kantor-kantor milik Jepang.
Di
Medan, berita tentang Proklamasi dibawa oleh Gubernur yaitu Teuku Moh. Hassan.
Mendengar berita ini, segera para pemuda yang dipelopori oleh Achmad Tahir
membentuk barisan Pemuda Indonesia, yang kemudian pada tanggal 4 Oktober 1945
berusaha mengambil alih gedung-gedung pemerintah dan merebut senjata dari
tangan Jepang.
Di
Padang, dibawah pimpinan Ismail Lengah membentuk organisasi Balai Penerangan
Pemuda Indonesia (BPPI). Sedangkan di Bukit tinggi dibentuk Organisasi Pemuda
Indonesia/Pemuda Republik Indonesia, keduanya mempelopori perebutan kekuasaan
dari tangan Jepang.
Di
Palembang, tanggal 22 Agustus Dr. A.K. Gani memprakarsai pertemuan sebagai
persiapan untuk mengambil alih kekuasaan. Drg. M. Isa membentuk Komite Nasional
Indonesia, Hasan Kasim dan Bambang Utoyo membentuk Penjaga Keamanan Rakyat
(PKR), Mailan membentuk Barisan Pemuda Republik Indonesia.
Di
Banjarmasin, tanggal 16 Oktober 1945, rakyat melakukan rapat umum untuk
meresmikan berdirinya Pemerintah RI Daerah Kalimantan Selatan. 9 Nopember 1945
perlawanan terhadap sekutu diadakan, dengan membakar rumah penjara tempat
menahan para pejuang.
Di
Pontianak, Agustus 1945 para pemuda mantan heiho dan bogodan (pembantu polisi
membentuk Badan Penjaga Keamanan.
Di
Singaraja (Bali), Agustus 1945 pemuda membentuk Angkatan Muda
Indonesia (AMI) dan Pemuda Republik Indonesia (PRI) yang kemudian mengadakan
serangan-serangan terhadap asrama militer Jepang meskipun dapat digagalkan oleh
Jepang.
Di
Gorontalo, setelah mendengar berita kekalahan Jepang, mereka langsung melakukan
perebutan kekuasaan pemerintahan dari tangan Jepang, dan ketika tentara
Australia memasuki kota, mereka menolak berdamai.
Di
Biak, tanggal 14 Maret 1948 para pemuda meyerbu kamp NICA dan tangsi Sorido
(akibatnya : serbuan gagal, dua orang pemimpin ditangkap dijatuhi hukuman mati
dan seumur hidup).
2. Sambutan masyarakat boyolali terhadap
proklamasi kemerdekaan
Kesaksian Seorang
Seinendan Zaman Jepang
Wawancara
Dengan Bapak Muh Mundori seorang mantan Seinendan di zaman Jepang. Wawancara
bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi masyarakat Boyolali pada
masa pendudukan Jepang
Jum’at
tujuh Desember 2007, sekitar Pukul 19.15, saya yang bernama Muhammad Akbar
Wijaya Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Diponegoro
Semarang, Tahun Angkatan 2004. Telah mewawancarai seorang mantan Seinendan di
zaman Jepang yang bernama Bapak Muh Mundori. Wawancara bertujuan untuk
mendapatkan informasi mengenai kondisi masyarakat Boyolali pada masa pendudukan
Jepang. Berikut hasil petikan wawancara saya dengan beliau:
Ya.ya mau tanya apa? Oh
iya, nama dan tempat tanggal lahir Bapak kapan?
saya tanggal lahirnya
mestinya yang betul, empat april tahun 1937 (suara dua orang cucu
pengkisah..nana dan salsabila)
Owh..Ya jadi, Ya aa..waktu Jepang datang
saya mungkin baru umur lima tahun, emm.. sekitar
umur lima tahun
Kalo
nama lengkapnya Pak?
Muh mundori
Muhammad
ya?
Muh..muh.muh.muh(menegaskan) Muh..aja!
Muh.. mundori, ya
Dulu
pendidikannya apa tuh Pak, waktu zaman Jepang?
Zaman Jepang, saya
belum anu, waktu Jepang datang, saya belum sekolah owhh.. Tapi,
setelah Jepang datang, Iya saya lalu, anu apa itu, sekolah SR,
waktu zaman Jepang Owhh.. kemudian saya ikut menjadi
Seinendan, Apa tuh Pak? Seinendan itu kalau sekarang, pramuka
itu. Owhh pramuka. Ya dilatih anu baris-berbaris dan sebagainya itu
Selain
baris berbaris apa aja tuh Pak pramuka anu... pekerjaannya?
dilatih itu,
perang-perangan itu, perang-perangan...Ya tapi pake pring, Pring ya
ada pring ada..ya bedil, tapi dari kayu itu.
Dulu
dimana tuh Pak, di Boyolali?
Di Boyolali, iya
Dulu
masyarakat gimana tuh Pak reaksinya, waktu pas Jepang dateng? Pertama kali senang, he eh.. sebab,
ingin anu... apa itu mengusir penjajah Belanda itu. pertama kali, pertama
kali! (suara kendaraan bermotor) tapi setelah tahu ternyata Jepang itu
anu.. Jepang itu.. apa itu.. rakus! Itu... jadi begini, Jepang itu...
orang-orang yang laki-laki yang sud.. pemem..(pengkisah agak gugup) mempunyai
bakat itu diromusha, diromusha tuh dikerja Paksa Untuk apa tuh Pak?.. termasuk
ayah saya. Untuk apa tuh Pak?!... anu...maksudnya
untuk, anu apa itu membuat pertahanan, pertahanan anu apa itu membuat gua-gua,
membuat...oh..dan membuat sebagainya Ada diantaranya dikirim ke
Kalimantan atau kirim ke..anu Birma.Birma tuh Pak? Iya!Oh.. gitu,
Lalu yang, lha jeleknya Jepang itu, romusha itu setelah anu, apa itu namanya
eeee...setelah pekerjaanya selesai..Ya itu biasanya or..orang yang
kerja dibunuh!Oh..
Mereka
nggak dibayar tuh Pak selama kerja?
Lha ndak, hanya diberi
makan saja kurang, Owh gitu.. diberi makan saja kurang. Jadi,
lha umpanya sekarang gini, ini ceriteranya ya, anuu kaloo disuruh anu, apa itu
ada drum itu disuruh... drum kan isinya berat yaya lalu
disuruh anu.. didorong gitu ya, itu kalo nggak kuat malah dihajar!Oh.. nah
coba kalau gak kuat dihajar. anu..biasanya di.. anu.. apa itu diumpat-umpat
sama anu (maksudnya diumpat Jepang) dengan kata-kata bakero! Bakero?Bakero..heheehe
(terkekeh-kekeh) Artinya apa Pak? Bakero itu ya anjing hehee
(tertawa lepas)..wis pokonya anu..ya itu.
Oh
iya Pak, ini saya mau tanya ee..waktu.. jadi romusha itu ada keriteria gak Pak
dari orang Jepang itu? Usia atau jenis kelamin gitu..
Anu, itu.. anu, ya
laki-laki yang punya keahlian, umpanya tukang kayu, tukang batu. Lha itu, itu
diambili. jadi lewatnya lurah.ehm..jadi lewatnya lurah
Kalo
Bapak, orang tua Bapak?
orang tua saya tukang
kayu Oh tukang kayu? Iya. Tapi, karena..gini sudah didaftar
sebagai romusha, lalu dibawa ke Solo. Jadi Boyolalikan pusatnya karesidennya
Solo, lalu di Solo ketemu anu apa itu... pernah kakaknya, kakaknya juga ngurusi
anu itu, ngurusi romusha itu, lha, karena ngurusi romusha, maka kalo nanti
diangkatkan jadi romusha yang dikirim keluar negeri itu...ya.ya. itu
kan mesti mati. Owh..ndak ada yang kembali, ndak ada...balik
lagiya biasanya mati. Lha itu, lalu di..dipekerjakan sebagai anu, mengantar
sapi-sapi. Ehm.. Jadi Jepang itu gini, membawa sapi yang masih
kurus-kurus itu ke daerah Boyolali ke gunung merapi merbabu itu. Gunung merapi
itu.. lalu disana diserahkan penduduk suruh anu, suruh apa itu namanya eee..
ngopeni anu dadi memberi makan itu gitu lho. Setelah gemuk kemudian dikirim ke
Solo, lalu ayah saya itu anu dikasih satu gerbong..gerbong anu itu lho, gerbong
sepur itu lho. lha itu, diberi tanggung jawab gerbong ini untuk ngangkut
sapi-sapi itu ke bandung, ke bogor ke Jakarta gitu.
Oh
iya Pak ee Sikap tentara Jepang ya, kepada para wanita atau gadis-gadis di
tempat Bapak pada masa itu seperti apa Pak?
Lha ini menurut
ceritera (maksudnya cerita) itu gini, jadi lewat camatnya anuu gadis-gadis yang
cantik-cantik itu, ya, gadis-gadis yang cantik-cantik, itu anu lewat lurahnya
supaya dikumpulkan, akan disekolahkan ke Jepang. Bilangnya Bilangnya
akan disekolahkan ke Jepang lalu diajari baris-berbaris dan sebagainya itu.
Setelah itu diangkatkan betul, tapi menurut keterangan ternyata di..tidak
dibawa ke Jepang tapi ke pulau-pulau yang ada markasnya Jepang. Lha disana ya
di anu pokoknya untuk pemuas... Wha! itu lho yang jeleknya di situ. Dan gini,
umpamanya orang Indonesia itu melewati markasnya Jepang itu harus menghormat, seikirei!
Seikirei itu menghormat, menghormatnya tidak gini (pengkisah mempraktekan cara
menghormat orang Indonesia kepada merah putih dengan mengangkat tangan kanan
setinggi pelipis mata dan cara menghormat orang Indonesia kepada Jepang dengan
membungkukkan badan beberapa saat) tapi membungkuk gitu. Itu kalo tidak, itu
anu lalu ditangkap di tempat itu juga, Iya.. ditangkep pakaiannya
dilepasi bajunya, kemudian disuruh melihat matahari. Ehm nah
itu anu, kemudian waktu saya sekolah ya, lha tadi nganu itu anu romusha-romusha
itu yang di daerah dekat Boyolali sana, itu saya pernah ketemu sama anu jadi
tentara heiho, cerita itu yang ada Kalimantan itu. Gimana Pak? Di
Kalimantan itu gini...(suara mobil lewat) Jadi diamnya tidak di anu tapi di
guo-guo (maksudnya gua-gua) gitu lho pak, itu kalo sudah dipalang gitu berarti
heihonya dibunuh. (suara kendaraan lewat) Nah itu ada seorang heiho, yang dulu
tempatnya anu, saya ceritanya itu di peleburan itu lho sebelum di pakai undip
itu lho, nah itu. Itu anu bisa meloloskan diri, anu meloloskan diri, ternyata
betul, jadi kalo sudah anu itu diberondong anu di apa itu? dibunuh! maksudnya
sudah pokoknya supaya tidak mengetahui anu itu. Itu kemudian mereka bisa lari,
anu... (Suara kendaraan dan Suara dua orang cucu perempuan pengkisah) kan anu
sana Kalimantan timur atau anu itu yang anu itu lho, ada minyak anu itu, tarakan!(Suara
kawan pewawancara bernama Ariono) Tarakan itu, lha itu bisa lari kemudian anu
ketemu sama orang Dayak sana, kepala sukunya itu. Kemudian dia bisa ketemu sama
tentara asing, kemudian dia bisa ke Singapur jadi tentara asing.
Oh
iya Pak ini, cara masuk jadi Seinendan itu seperti apa Pak?
Itu.. ndak Pakai
kriteria anu, pokonya bisa anu, umurnya sekian, itu kan diluar sekolah itu
Seinendan itu. Lha lalu diajari baris gitu saja, diajari baris gitu
saja waktu itu saya belum sekolah sejak jadi Seinendan. Oh.. Jadi
ikut kakak, anu teman-teman sekakak saya yang sudah sekolah kelas satu, kelas
satu itu, itu saya jadi Seinendan tapi akhirnya saya juga sekolah. sekolah
juga.. ya! Sekolah Rakyat tu Pak ya? sekolah SR! SR
ehm.. nah itu. lha jadi para PETA ini, itu disuruh anu apa itu,
menanam itu kewajiban itu kapas. Lha itu kalau ngambil kapas tidak boleh nganu
apa itu namanya tidak boleh berdiri, harus duduk kalau ngambil kapasnya itu.
Lha kapasnya itu dikumpulkan oleh Jepang mungkin untuk pakaian atau gimana
itu...untuk anu itu. Lha kalo sampai menyalahi lebih-lebih kalo anu apa
itu...mencuri kapas itu, itu ada polisinya namanya Kempetai
Apa
hukumannya Pak?
Wah dihajar udah
hua.haha, babak belur kalo sampean ini..(tertawa terkekeh-kekeh)
Oh
iya Pak, ee Aku mau tanya itu.. kondisi tersulit ya, yang Bapak rasakan ya pada
masa pemerintahan Jepang itu dalam kondisi seperti apa?
Anu sulit makanan.
jadi makanan (suara cucu pengkisah) harus diserah.. anu jadi padi-padi itu
diserahkan anu..ee.. apa itu, Jepang. Kemudian gini saya tau bude saya itu kan
punya emas-emasan itu. Itu diumumkan kalo anu kalo bisa menyerahkan mas-masan
itu diberi tanda penghargaan, surat itu lho! hanya Pake surat hehehe kan
ngapusi (sambil terkekeh-kekeh) Iya bener. Dan semua
anu, semua yang berupa besi...itu diangkuti Jepang semua, jadi pagar besi ndak
boleh, diambili, lalu mobil nggak boleh, punya radio nggak boleh, kalo ketahuan
punya radio itu bisa di Kempetai tadi, dihajar anu.. ditangkep gitu. Lalu..anu
meskipun itu anu, lha makam-makam tionghoa, Belanda, itu kan besi semua, itu
diambili semua, diangkuti semua.
Itu
dibawa kemana Pak?
Biasanya dibawa ke
Semarang. Semarang nanti dibawa kemana nggak tahu, dikapalkan kemana. termasuk
anu.. lokomotif-lokomotif anu itu, bekas kepunyaan Belanda itu diambili,
diangkuti truk.
Oh
iya ee Pak apa, masyarakat pada waktu itu ya, kan sulit makan tuh, gimana tuh
cara masyarakat bertahan hidup tuh?
Anu, ya wis pokoke
seadanya, ya kalo keluarga saya Pakaian itu ndak ada Pak. Jadi pakaian ndak
ada, kemudian anu.. sekolahan itu ada gini, pernah ada koperasi itu, menjualnya
itu celana bagor itu. Jadi orang banyak yang pake celana bagor, pakaiannya...di
daerah Boyolali ada yang bisa merajut serat nanas itu, untuk pakaian. Jadi
lha..karena tempat saya, ibu saya itu punya, rumah ini kan ada anunya lawang
gini ini ada anu apa itu gordennya itu gorden ini-ini(tangan pengkisah sambil
menunjuk-nunjuk gorden) lha ini dipakai untuk pakaian, dijahit untuk.. jadi
saya sekolah itu pakai pakaian bekas ini, korden-korden itu. Nah itu..
Oh
iya Pak Markas Jepang yang di Boyolali itu di daerah mana saja Pak?
Anu di Tampir, di
Tampir. lha itu ternyata satu batalyon, ndak tanggung-tanggung. Mungkin dulu
ada anu...perlengakapannya mungkin dipendem disana, anu ada tank-tank barang
itu. Tampir itu daerah kota? Tampir itu daerah anu, Solo Boyolali ke barat
sedikit, arah ke Gunung Merapi..Owh
arah Gunung Merapi. Arah ke Gunung Merapi, Tampir!
Oh
iya Pak, ini kalo Seinendan itu bertugas di front pertempuran nggak?
Ndak hanya anu apa itu
pokoknya dilatih perang, tapi tidak anu. Lha kalo yang tugas pertempuran itu
namanya heiho,Ohh...heiho1 itu
tentara anu tentara Jepang tapi orang Indonesia... Heiho.
Dipersenjartai
Pak mereka?
Dipersenjatai, dan
itu.. tempatnya pusat latihan di Solotigo (maksudnya salatiga). Solotigo itu
kan ada anu ada brigif apa itu..anu itu.. 441 atau 411 atau gimana itu.. nah
itu anu, saya kemarin liat kok 411 (ekspresi pengkisah, sambil
mengingat-ngingat), itu tempat anu, tempat melatih anu tentara jadi dari.. dari
kroco sampai perwira. Sebab mas saya ada yang jadi perwira situ, anu dilatih
jadi perwira. Lha itu yang sekolah, jadi tidak sekolah pun bisa jadi tentara
Jepang itu, heiho!. Lain sama PETA2,
PETA itu sendiri Oh...? nah ada PETA, PETA itu pembela tanah
air, lha itu tidak dipersenjatai.. tapi kalo yang heiho itu dipersenjatai
Tugasnya
tapi sama?
Tugasnya yo perang
sama anu..Belanda? belan.. anu tidak! waktu dulu kan Belanda sudah
lari semua. lha setelah Belanda dateng itu heiho-heiho dilepas, dilepas. Nah
lalu ikut anu itu... anu apa itu? jadi ikut jadi tentara Indonesia itu.
Oh
iya Pak, ee gimana oke bagaimana tuh Pak
cara masyarakat melakukan perlawanan pada pemerintahan Jepang kan kondisi sulit
akhirnya masyarakat.. perang-perang itu seperti apa Pak di sana?
Lha..anu! dengan
Jepang, waktu Jepang masih berkuasa itu ndak berani, jadi anu secara
sembunyi-sembunyi. Anu, pokoknya perlawanan sulit itu ndak berani. Sebab, anu..
makanan nggak ada kemudian anu untuk menggalang itu sulit. Tapi setelah begitu
ada berita proklamasi itu, (suara mesin kendaraan lewat) itu terutama saya yang
saya lihat itu dari bekas heiho-heiho itu. Wah itu berani nyetopi
Jepang..anu...truk-truk Jepang itu. Jadi anu Pak, saya melihat sendiri itu, pas
truknya itu digeledah sama tentara Indonesia tapi bekas orang heiho, orangnya
mungkin masih hidup itu, itu namanya mas parman itu, saya pas liat anu.. lha
itu anu... itu tahun 45 itu jadi sudah..sudah..sudah proklamasi tapi Jepang
masih berkuasa disitu di Tampir itu. Itu persenjataannya lengkap itu, kalo itu
di Tampir itu sampai berontak seperti Semarang itu.. lha itu hancur Solo itu!
Lha, orang sana anu artinya itu tidak keras seperti Semarang itu, jadi sana, di
anu... malahan sebagian tentara Indonesia yang di daerah Boyolali itu dapat
senjata dari tentara Jepang itu. Dan Jepang mau pergi itu yang ngangkut anu,
ngangkut tentara Indonesia. Bukan make.. kendaraannya apa coba? Lori! lori sana
itu, ada lori anu jadi..chek kalo anu itu anu apa itu ndase lori anu apa
jenenge? kalo sini anu... Pengangkut
tebu ya? Pengangkut tebu! Lha itu, itu
diangkut sama itu ke Jogja, Lha setelah di Jogja dimana diangkut kemana saya
anu... beritanya begitu diangkut ke Jogja.
Oh
iya Pak ee.. Seinendan itu punya seragam gak Pak?
Anu...seingat saya itu
ya wis pakaiannya sendiri, ndak ada. Wong Pakaian saja sulit (pengkisah tertawa
terkekeh-kekeh). Oh...gak dikasih seragam berarti Pak? Ya
ndak, hehheheheh (masih terkekeh-kekeh) wis pokoknya pakaiannya sendiri, tapi
anu..ee Dulu itu seneng, jadi-jadi Seinendan itu seneng, karena, belum tahu
kalo ternyata diapusi sama Jepang itu ndak..ndak anu
Batasan
umurnya gak ada Pak, untuk jadi Seinendan?
Anu ya, ya..pokoknya
cukup bisa anu gitu, bisa berbaris-baris ya diterima gitu saja. Tidak minimum
sekian, pokoknya itu yang masih sekolah lah. Lha kalo yang untuk pertahanan itu
namanya keibodan, keibodan3 itu
kalo sekarang hansip. nah ada hansip, sekarang kan ada hansip, ada pramuka. Lha
pramuka itu yang Seinendan itu, lalu yang hansip itu keibodan itu. kalo diatasnya keibodan apa Pak Keliatannya ndak ada, lha itu tadi anu itu tadiheiho heiho
anu ndak.. yang PETA itu tadi, PETA itu.
Berarti
kalo keibodan itu, di masyarakat Pak ya?
Masyarakat.. ya..
masyarakat, menjaga keamanan kelurahan lah, perumahan kampung, anu dan
sebagainya, tapi yang mengendalikan lurah.
Oh
iya Pak, dengar-dengar dari ceritakan masyrakat itu berperang melawan penjajah
itu dengan bambu runcing ya, itu apa benar seperti itu? memang nganu, lha itu yang anu, yang di daerah artinya
di semarang sini, sana yo bawa bambu runcing, tapi wong perang sama belanda
itu... kalo perang sama Jepang disana gak ada. Di Boyolali sekitarnya ndak ada,
Sebab Jepang anu.. bisa, artinya itu bisa di..ajak berunding gitu, jadi minta
senjata dikasih. Jadi tidak sampe secara kekerasan gitu, itu di daerah
Boyolali.
Oh
iya Pak, itukan setelah proklamasi Pak ya, masyarakatkan di Boyolali itukan
masih ada beberapa tentara Jepang gitu ya, lha itu masyarakat gimana tuh Pak
reaksinya? Lha ya itu, karena anu apa itu,
bisa saling pengertian, sana tidak anu menyerang, kita tidak menyerang, lalu
kita...kan perlunya kita kan buka perang sama Jepang. Kita itu perang sama
Belanda.
Masyarakat
gak dendam tuh Pak?
Eh..ya..kelihatannya
ndak, anu ndak dendam asal anu apa itu, lha terkecuali kalo di Semarang ini,
lain. Semarang sini kan Jepangnya membunuhi anu, membunuhi apa itu namanya?..masyarakat masyarakat,
anu yang dianggap memusuhi, tapi kalau sanakan ndak, malahan sana mau
memberikan senjatanya itu keduanya. Ketika Jepang itu anu, dari Tampir Boyolali
itu diserahkan anu tentara sekutu, kan tentara sekutu bukan Belanda itu,
tentara belanda itukan dompleng (ikut) tentara sekutu itu. Lha itu..kan dibawa
ke Jogja, lha itu yang ngurusi membawa itu, tentara Indonesia. Di..dinaikkan,
anu itu tadi apa namanya?..lori Lori saja mau kok gimana, hahaha Ya
toh (tertawa). Jadi sana seandainya sana itu anu apa itu keras seperti sini
(maksudnya semarang), anu orang, orang-orang apa itu Indonesia itu keras, sana
berontak malahan hancur saya kira, sana persenjataannya lengkap sebab pasukan
infanteri. Lha..di Tampir itu anu selama anu itu diisolasi, diisolir, jadi
dijaga. Anu setelah merdeka itu lho. Dijaga, kemudian dia menanam anu, menanam
sayuran menanam apa untuk makannya dia.
Oh
iya Pak, ee.. ada perubahan gak Pak setelah penyerahan kekuasan Jepang ke
Indonesia Perubahan gimana maksudnya? Ya
perubahan keadaan gitu Pak?
Ow..Ya berubah
sekali, Seperti apa tuh Pak? Perubahannya artinya kita kan
bebas, bebas kemudian anu menyusun kekuatan itu tadi Jepang-Jepang yang anu itu
berkeliaran ndak boleh. Anu...saya melihat sendiri itu truk-truk yang dari Solo
mau ke daerah itu tadi..anu markasnya Jepang itu, itu ternyata pas saya liat
itu membawa anu sarung-sarung itu, membawa sarung. Pas saya liat lho. Masyarakat
itu Pak? Mmmbukan Jepangnya itu lho tentara anu itu lho, truk-truknya
Jepang itu lho. Kira-kira untuk apa
itu? ya? Kira-kira untuk apa? Lha
mungkin ditampung toh, jadi anu apa itu kekayaan apa Jepangkan sering anu
kekayaan itu ditampung. Umpamanya anu besi-besi, pokoknya anu...umpamanya saya,
umpamanya, punya ini, apa itu?...pagar besi, ndak boleh diminta Jepang. Sampe
kuburan itu lho, kuburan itukan ada...anunya besi-besi gitu, tionghuakan mesti
Pake besi semua itu, itu diambili semua, ndak boleh dan ditampung mungkin ya
mau dijual atau diapa untuk bikin senjata atau gimana itu.
Soal
makanan gimana Pak setelah proklamasi?
Lha, setelah
proklamasi rodo anu, artinya itu makanan..makanankan tidak dimintai Jepang,
jadi padi-padi kan bisa dimakan sendiri. Dulu itu sampai anu.. sulit! makanan
sulit. Dimintain ama Jepang Pak? Anu jadi diperdagangangkan
ndak ada anu, umpamanya ada beras mahal. Sampe orang itu makan seadanya, jadi
sampai daun-daunan dimakan. Jadi umpamanya pisang, anu apa itu pohon pisang
itu, bonggolnya pisang sampai dimakan. Ampe sekarang juga ya, Ya..dan
anak sekolah diperintahkan untuk mencari anu apa itu namanya?...iles-iles,
iles-iles itu...jadi, seakan anu apa itu...harus tiap-tiap anak sekolah harus
mendapatkan iles-iles. Iles-iles itu bisa untuk bahan makanan atau gimana atau
bikin anu apa itu perekat saya kurang tahu. Itu...seperti anu jadi...apa itu
namanya...buah tapi...yang ditanam itu lho, jadi seperti anu...ketela barang
itu, tapi dia ada lumbunya itu, daun lumbu, seperti daun lumbu tapi lain. Bukan
lumbunya itu, kalo lumbu kan daunnya bisa dimasak dan sebagai, kalo iles-iles
itu anu, seperti beracun gitu. Tapi buahnya itu anu buahnya itu mungkin bisa
digunakan anu oleh Jepang. Wah itu anak sekolah harus mendapatkan itu, jadi
pada pergi ke desa-desa cari itu, iles-iles itu, Oh ya Pak termasuk
saya.
Oh
iya Pak, waktu zaman Jepang itu Boyolali sebagai apa Pak ya..kabupaten
apa...? Kabupaten Bukan kawedanan ya? Bukan,
kabupaten
Waktu
itu kepala bupatinya siapa Pak? Waduh saya ndak begitu anu..ndak begitu anu..
Kalo
Tampir masuk kecamatan mana? Tampir
itu masuk kecamatan Cepogo. Cepogo iya.
Terus
Pak, Setelah proklamasi itu Bapak sebagai apa tuh Pak kegiatan Bapak aktivitas
Bapak? Saya anu masih sekolah, sekolah SR itu
tadi,meneruskan sekolah lagi ya anu…mulai Jepang ya sekolah, tapi..ya setelah
anu yo sekolah lagi..ya
Ada
perubahan tuh Pak pendidikannya Pak, kan kalo yang zaman Jepang itukan semua
suasana serba Jepang, nah saat proklamasi itu masih seperti itu gak?
Iya kalo pagi itu
disuruh anu, jadi kalo mau masuk sekolah itu dibariskan, kemudian harus anu apa
itu namanya seikirei, seikirei itu apa ya...menghormat! Menghormat ke Tenno
Heikka. Jadi, jadi umpanya anu itu madepnya itu kepojok anu sana, timur anu
timur utara atau atunya timur utara apa?...timur laut. Kalo sana kan tenggara,
itu timur laut seikirei. Setelah itu...selama
beberapa detik lha
ya anu beberapa detik saja anu, diabani itu.
Disuruh
nyanyi Jepang gak? Gimana? Disuruh nyanyi
Jepang gak?! (pewawancara menegaskan pertanyaannya) Oh iya bisa
nyanyi? Masih hapalkan? nggak hapal tapi saya punya anunya apa itu namanya? Teks teksnya
punya...pas anu ada..ya sedikit-sedikit anu apa itu...Coba dong Pak nyanyiin
sedikit
(lama berpikir) anu
……apa ya......anu...hapalnya.. anu..se.se...tanseno saeki hatsurat suko di
waowao daru o o yasima o o an (lagu Jepang, kurang jelas) itu jadi Jepang itu
anu sekali opo itu..benci sekali sama Cina. Judul lagunya apa? Judul
lagunya apa ya? Ya ada saya simpen itu
Tapi
Setelah proklamasi itu apa pendidikan yang diterapkan oleh Jepang kaya baris
berbaris terus hormat pada Tenno Heikka...?
Ndak ada! sudah ndak
ada, ada pandu. Apa itu? kalo dulu itu pandu rakyat pandu
rakyat itu yang umum, jadi tidak ikut organisasi apa-apa. Sebab ada pandu HW
ada anu pandu apa itu namanya...jadi setiap golopngan itu membuat pandu
sendiri-sendiri. Lha itu kalo di Boyolali yang besar dulu itu namanya pandu
rakyat. Pandu rakyat itu masuk kesekola-sekolah itu dan saya juga ikut jadi
pandu
Oh
iya Pak nih terakhir nih Bapak kan mengalami masa Jepang ya ada pesan buat
generasi muda gitu Pak ya mengenai apa ajalah yang Bapak harapkan gitu?
Nah...anu apa itu,
untuk generasi muda ini, memang gini Jepang itu pendidikannya keras, jadi
keras.. dan anu apa itu, dan usahanya luar biasa. Lha itu yang harus dicontoh!
Biodata Pewawancara
Nama Lengkap : Muhammad Akbar Wijaya
Tempat tanggal lahir : Jakarta,
23-07-1986
Status : Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah
Universitas Diponegoro
Semarang
Tujuan wawancara : Mendapatkan informasi
mengenai kondisi masyarakat
Boyolali pada masa pendudukan Jepang
Biodata Pengkisah
Nama lengkap : Muh Mundori
Tempat tanggal lahir : Boyolali
4-04-1937
Tempat tinggal : Jln. Citarum tengah.
No. 04 Semarang Timur
Status pekerjaan sekarang : Ketua
paguyuban veteran DWIKORA dan berprofesi
sebagai pengawas Bus Budi Jaya Semarang
Profesi di zaman Jepang : Seinendan atau
Pramuka Jepang
Lokasi wawancara : Di ruang tamu
Pengkisah. Jln. Citarum tengah. No. 04
Semarang Timur
Waktu wawancara : Hari Jum’at
07-12-2007. Pukul. 19.15
Durasi wawancara : 31 menit 34 detik
Kendala saat wawancara : Letak rumah
pengkisah yang tepat berada di depan jalan
raya,
membuat suara rekaman agak bising sedikit.
3. SEJARAH TERBENTUKNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
(NKRI)
Kemerdekaan Indonesia itu di tandai dengan dibacakannya teks
proklamasi oleh Bpk.Soekarna dan didampingi oleh Bpk.Hata. teks proklamasi
tersebut di bacakan di Jl.Pegangsaan Timur No.56 tanggal 17 agustus 1945. Untuk
mengetahui lebih lanjutnya yuk baca terus…
29 April 1945
BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia) atau dalam bahasa Jepang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai yang
didirikan oleh pemerintah Jepang yang beranggotakan 63 orang. Diketuai oleh Bpk
Radjiman Widyodiningrat.
06 Agustus 1945
Sebuah bom atom meledak di kota Hiroshima, Jepang. Pada saat
itu, padahal Jepang sedang menjajah Indonesia,
07 Agustus 1945
BPUPKI kemudian berganti pada tanggal menjadi PPKI (Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu
Junbi inkai. Diketuai oleh Ir.Soekarno.
9 Agustus 1945
Bom atom kedua kembali dijatuhkan di kota Nagasaki yang
membuat Negara Jepang Menyerah Kepada Amerika Serikat. Momen ini dimanfaatkan
Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
10 Agustus 1945
Sutan Syahrir mendengar lewat radio bahwa Jepang telah
menyerah pada sekutu, yang membuat para pejuang Indonesia semakin mempersiapkan
kemerdekaannya. saat kembalinya Soekarno dari Dalat, sutan syahrir mendesak
kemerdekaan Indonesia.
15 Agustus 1945
Jepang benar-benar menyerah pada Sekutu.
16 Agustus 1945
Dinihari Para pemuda membawa Soekarno beserta keluarga dan
Hatta ke Rengas Dengklok dengan tujuan agar Soekarno dan Hatta tidak
terpengaruh oleh Jepang. Wikana dan Mr. Ahmad Soebarjo di Jakarta menyetujui
untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu diutuslah Yusuf
Kunto menjemput Soekarno dan keluarga dan juga Hatta. Soekarno dan Hatta
kembali ke Jakarta awalnya ia dibawa ke rumah nishimura baru kemudian di bawa
kembali ke rumah Laksamana Maeda. untuk membuat konsep kemerdekaan. Teks
porklamasi pun disusun pada dini hari yang diketik oleh Sayuti Malik.
17 Agustus 1945
Pagi hari di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56
Teks proklamasi dibacakan tepatnya pada pukul 10:00 WIB dan dikibarkanlah
Bendera Merah Putih yang dijahit oleh Istri Soekarno, Fatmawati. Peristiwa
tersebut disambut gembira oleh seluruh rakyat Indonesia.
18 Agustus 1945
PPKI mengambil keputusan, mengesahkan UUD 1945, dan
terbentuknya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta terpilihnya Ir.
Soekarno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Republik
Indonesia.
Isi Teks Proklamasi 1945
Berikut isi
teks proklamasi yang telah dikonsep oleh Ir. Soekarno
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan
Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l.,
diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang
sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
Teks diatas merupakan teks yang sudah diubah beberapa kata.
Kata yang diubah antara lain:
1. Tempoh jadi
Tempo
2. Wakil-wakil
Indonesia jadi atas nama bangsa Indonesia
3. Djakarta
17-08-1945 diubah jadi Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Kenapa ditulis 05 bukan 45? Karena pada saat itu disesuaikan
dengan tahun jepang yang kala itu tahun 2605.
Semoga bermanfaat :-D
Anggota kelompok :
1. Gardhika Adrian Eka Laksa (12)
2. Malik Kamaludin Bazar (18)
3. Muhammad Ardhian Nurul F. (20)
4. Satrio Budi Utomo (27)
8x , 9x , 10x BONUS WIN BERUNTUN
BalasHapusSyarat dan ketentuan :
♣ Promoo ini hanya bagi member bolavita yang mendapatkan kemenangan 8x-10x berturut-turut tanpa kalah
♣ Minimal bet untuk setiap pertandingan adalah Rp 20.000 untuk hadiah bonus 8x win
♣ Minimal bet untuk setiap pertandingan adalah Rp 50.000 untuk hadiah bonus 9x & 10x win
♣ Bebas pada arena maupun
♣ Tidak boleh ada draw ataupun kalah
♣ Claim bonus harus dilakukan pada hari yang sama
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami via livechat ataupun :
✔ WA / TELEGRAM : +6281297392623